Topik : “Koq gak ngundang-ngundang sih?”

Kalian pasti sering denger kalimat itu kan??

Terutama kalo ada temen, kerabat, sodara, tetangga atau siapapun orang yang kalian kenal mengadakan “Pernikahan” dan kamu gak diundang. Pasti otomatis kamu akan bilang “Koq gak ngundang-ngundang sih?”

Hayoo..tunjuk tangan siapa yang suka ngomong begitu? :p

Aku disini mau berbagi pemikiran tentang kalimat itu, karna mulai bosen juga denger orang yang bilang begitu tiap kali mereka gak dapat undangan. Belum lagi pemikiran negatif yang muncul setelahnya, berasumsi kalo mereka nikah diam-diam karena udah inilah..itulah.. #astagfirllah 😐

Logikanya kenapa sih si empunya “pesta” gak mengundang kamu? Yuk..belajar berfikir positif!!

Pemikiran pertama : Emang kamu pasti datang kalo diundang?

Coba deh kamu tanya kediri kamu sendiri pertanyaan di atas! Karna sekarang harga cetak undangan itu lumayan yah menguras kantong. Belum lagi undangan itu cuma dilihat tanggal & waktu pelaksanaan pestanya, abis itu masuk tempat sampah deh. Sayang banget kan 😦 Kalian pasti tau dong kalo kertas itu terbuat dari pohon, yang mana penebangan hutan itu semakin banyak sekarang ini, tanpa diimbangi oleh penanaman kembali, yang berakibat bumi kita semakin panas karna kekurangan oksigen.

Muncul deh pernyataan : Kan bisa ngundang lewat jejaring sosial, teknologi udah canggih koq?!

Dari beberapa opini teman yang pernah diundang ke acara nikahan lewat jejaring sosial mengatakan : Ah..ngundangnya gak resmi! Masa cuma lewat fb/twit/bbm, males ah dateng. Nah..!!

Pemikiran kedua : Tidak semua orang mampu (ekonomi)

Yang aku lihat saat ini, banyak pasangan yang ragu untuk menikah dengan alasan tidak memiliki biaya & ahirnya menunda-menunda hingga berganti pasanganpun tetap saja belum menikah :p

Padahal konsep pernikahan yang aku baca dari beberapa sumber, terutama dalam Islam bukanlah tentang pesta yang mewah, yah alhamdulilah jika suami kalian mampu membuatkan pesta meriah untuk kalian. Coba deh baca sejarah pernikahan jaman Nabi SAW, untuk mengumumkan pernikahnnya beliau hanya memotong seekor kambing dan memanggil beberapa orang yang dikenal pada walimah pernikahannya, bahkan hanya disediakan gandum & ada juga yang hanya disediakan kurma. Islam juga melarang pesata pernikahan yang berlebihan, sedangkan disana ada sodara kita yang kelaparan tidak kita undang. Nah..!!

Belum lagi jika kalian diundang ke pernikahan sederhana, pasti kalian akan berucap “koq gini doang sih nikahnya?”

Kalo aku yang jadi pengantin, tentu aja aku lebih memilih menikah sederhana & sedikit tamu undangan, dari pada mengundang orang yang berkomentar negatif :p

Lagi pula konsep pernikahan yang sekarang beredar di masyarakat hanyalah konsep budaya, budaya gengsi, budaya pamer harta & menunjukan jika mereka mampu loh membuat pesta. Biasanya sih tuntutan orang tua, yang ingin mengundang kerabat, tetangga, sodara, kolega, teman, dll.

Tapi apa kalian lebih memilih mengadakan pesata yang wah trus pinjem sana-sini demi gengsi yang tinggi dalam mengadakan pesata, namun setelah menikah punya utang sana-sini juga??

Makan tuh gengsi!!

Aku sih lebih memilih pesta sederhana, tapi berkehidupan cukup setelahnya. Karna kehidupan sebenernya itu baru dimulai setelah pesta pernikahan guys!

Jadi..mulai sekarang hargailah mereka yang menikah dengan tidak mengundang kalian, karena pasti mereka punya pemikiran baik lainnya. Do’akan lah mereka agar memiliki pernikahan yang sakinah, mawadah, warohmah. Karna do’a seorang mukmin yang tidak diketahui mukmin lainnya akan di’amin’i oleh malaikat agar yang berdoapun mendapat do’a yang sama. Oleh karena itu berdoalah yang baik, siapa tau kalian yang single cepat menyusul mereka kejenjang pernikahan 🙂

Advertisements

Membuat Label Undangan menggunakan Mail Merge di LibreOffice BlankOn

Saat itu ingin membantu kakak yang mau menikah dan kerepotan membuat label nama para undangan. Jadi dengan senang hati, sekaligus berniat belajar membuat label, walaupun hasilnya saat dicetak masih harus dikira-kira :D. Mungkin yang lain juga ingin belajar, maka saya tuliskan langkahnya di bawah ini :

Apa itu Mail Merge?

Mail Merge adalah fasilitas untuk membuat surat atau dokumen dalam jumlah banyak dengan isi dokumen sama tapi tujuan berbeda. Atau fasilitas untuk menggabungkan dokumen-dokumen yang berbeda. Mail Merge dapat membuat data field pada surat, label dan amplop terisi secara otomatis sesuai dengan record data sumbernya. Dengan mengunakan Mail Merge kita dapat membuat sebuah surat atau dokumen yang akan ditujukan kepada banyak penerima (recipients).

Mail Merge untuk Label Nama Undangan

Pada umumnya label nama undangan itu menggunakan kertas Tom&Jerry No.103. Sebenarnya kita juga dapat menemukan ukuran label yang telah disediakan di situsnya http://www.tjlabels.com/download.html, walaupun tetap harus dikira-kira ketika ingin dicetak.

Langkah-langkahnya :

  • Persiapkan satu dokumen di LibreOffice Calc / Lembar Kerja. Berisikan nama-nama yang akan diundang, lalu simpan dan beri nama untuk dokumen tersebut. Contoh sebagai berikut :

data

  • Buka LibreOffice Writer / Dokumen Teks, kemudian pilih menu Berkas – Baru – Label. Isikan pada kolom Format sesuai ukuran label yang kita gunakan.

label

  • Klik tombol Simpan. Berikan nama sesuai keinginan, lalu klik Oke.

simpan

  • Klik tombol Dokumen Baru, akan tampil seperti di bawah.

dokumenbaru

  • Buka menu Perkakas – Wahana Pandu Surat Massal. Pilih langkah nomor 3 yaitu Sisipkan blok alamat, lalu klik Pilih Daftar Alamat.

wahanapandu

  • Klik tombol tambah, lalu unduh dokumen yang telah kita buat di Lembar kerja awal / LibreOffice Calc. Akan muncul seperti tampilan berikut :

pilihdaftar

  • Klik Oke. Lalu keluar dari menu Wahana Pandu Surat Massal tersebut.
  • Pilih menu Tampilan – Sumber Data. Pilih nama dokumen Lembar Kerja yang telah kita simpan di awal, lalu klik tabel – lembar1. Tampilannya sebagai berikut :

tampilan

  • Klik dan tahan / drag judul kolom (NAMA & LOKASI) ke dalam tabel di bawahnya. Seperti berikut :

hasildrag

  • Letakkan kursor di bawah <LOKASI> seperti gambar di atas. Lalu pilih menu Sisip – Ruas – Lainnya. Pilih Basis Data – Rekaman selanjutnya. Pilih nama file yang telah kita buat di langkah awal. Klik tombol Sisipkan, kemudian Tutup. Tampilannya :

insert

  • Salin dan tempel tulisan <NAMA><LOKASI> ke tabel-tabel yang kosong hingga terisi sepenuhnya seperti berikut :

copas

  • Untuk melihat hasilnya klik menu Perkakas – Wahana Pandu Surat Massal.
  • Pilih langkah nomor 8 yaitu Simpan, cetak atau kirim. Pilih Simpan dokumen gabungan. Lalu pilih Simpan sebagai dokumen tunggal. Seperti berikut :

selesai

  • Klik tombol Simpan Dokumen, beri nama sesuai keinginan. Klik selesai dan hasilnya :

HASIL

  • Untuk mencetaknya, hanya perlu memasukan kertas label ke dalam printer dan cetak seperti biasa ketika ingin mencetak dokumen pada umumnya.

Semoga bermanfaat 🙂