Cerita : Perpanjang STNK di Samsat tanpa calo

WP_20150310_003

Seringkali kita selalu memilih jalan termudah bila berhubungan dengan birokrasi di negeri ini. Karena memang masyarakat merasa pihak yang katanya memberikan ‘pelayanan’ kepada masyarakat, nyatanya selalu membuat repot masyarakat. Makanya selalu ada calo di tempat umum yang berhubungan dengan ‘pelayanan masyarakat’. Walaupun seringnya terdapat tulisan besar “HATI-HATI CALO”

Aku merasa ‘pelayanan masyarakat’ di negeri ini semakin membaik. Beberapa kali mencoba mengurus sesuatu sendiri dan tidak direpotkan oleh birokrasi yang kompleks.

Kali ini cerita tentang pengalamanku membayar pajak kendaraan di Samsat yg terletak di Mall Artha Gading – Jakarta Utara, tanpa calo. Apa sih syarat-syarat atau dokumen yang harus dibawa?

  1. STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)
  2. BPKB (Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor)
  3. KTP (Kartu Tanda Penduduk)

Fotokopi dokumen tersebut di atas sebanyak satu rangkap. Meskipun biasanya di Samsat ada tempat fotokopi, akan lebih baik jika kamu sudah menyediakannya dari rumah, agar lebih mempersingkat waktu kamu mengantri di sana.

Jangan lupa bawa dokumen ASLI tersebut di atas!

Apa sih yang harus dilakukan jika sudah berada di Samsat?

  • Pertama kamu harus mengisi formulir pendaftaran. Formulir tersebut bisa kamu minta kepada petugas di meja bertuliskan “Pendaftaran”. Jika kamu bingung bagaimana cara mengisinya, kamu bisa melihat papan dinding yang berisi contoh pengisisan formulir. Jika masih ada yg tidak kamu mengerti, bisa tanyakan langsung kepada petugas.
  • Setelah formulir terisi, silahkan lampirkan bersama fotokopi dokumen yang telah disebutkan di atas. Lalu serahkan kepada petugas di meja pendaftaran. Petugas juga akan meminta dokumen asli (STNK, BPKB, KTP) dan meminta kamu untuk melepaskan bungkus STNK lama kamu. Setelah memeriksa BPKB, petugas segera mengembalikan. Maka petugas akan berkata “Silahkan menunggu, akan dipanggil”
  • Ketika petugas memanggil nama kamu, mereka akan memberikan lembaran seperti STNK tapi dalam rangkap tiga. Disitu akan tertulis jumlah yang harus kamu bayarkan. Dan juga mengembalikan KTP milikmu.
  • Antrilah di loket kasir untuk melakukan pembayaran. Sediakan uang pas jika bisa, agar pembayaran lebih mudah.
  • Setelah membayar, kamu masih akan memegang 2 lembar kertas yang menyerupai STNK. Dan silahkan menunggu kembali.
  • Setelah nama kamu dipanggil, maka serahkan lembar biru kepada petugas untuk mendapatkan STNK asli kamu yang telah diperbarui dan lembar yang tersisa dapat kamu simpan.
  • Perjalananmu membuat STNK selesai..
WP_20150310_004

Jadwal Pelayanan

Tips buat kalian jika hendak berhubungan dengan ‘pelayanan masyarakat’ :

  • Berpakaian serapih dan sesopan mungkin. Karena penampilan sangat membantu untuk mengelabui mata. Yang artinya banyak petugas di instansi manapun selalu melihat orang dari penampilan terlebih dahulu.
  • Jangan datang di jam makan siang atau istirahat, karna kamu pasti akan menunggu lebih lama.
  • Siapkan segala dokumen yang dibutuhkan sebelum datang ke pelayanan masyarakat. Sebaiknya sediakan fotokopi dokumen lebih banyak dari yang dibutuhkan, untuk berjaga-jaga.
  • Jangan malu bertanya! Kebanyakan petugas pelayanan masyarakat memang berwajah masam, tapi mereka tidak menggigit saat kamu bertanya. Wajar saja jika wajah mereka seperti itu, mungkin mereka lelah melayani ratusan, bahkan ribuan masyarakat setiap harinya 😀

Dari perjalananku tersebut, hanya menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit di Samsat hingga STNK-ku selesai. Mungkin tergantung banyaknya antrian juga yah. Tapi dari yang aku alami, petugas bekerja lebih cepat dan berusaha melayani dengan cepat.

Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Bikin Paspor..mudah dan murah loh..!!

Aku bikin paspor di Kantor Imigrasi Tanjung Priok Tanpa Calo. Iyah..tanpa calo, gak salah baca koq!!

Aku ngurus ini-itunya sendiri, datang kesana-pun sendiri. Begini ceritanya…

Senin, 1 Juli 2013

Sengaja minta cuti dari kantor, tuk bikin paspor hari itu. Dengan berbekal informasi dari internet, sudah mempersiapkan dokumen-dokumen yang biasanya dibutuhin untuk pembuatan paspor baru, yaitu :

  1. KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  2. Akta Lahir / Ijazah / Surat Nikah (Pilih salah satu)
  3. KK (Kartu Keluarga)

Ketiga dokumen tersebut harus dibawa baik yang copy maupun asli. Copy cukup selembar aja koq. Kenapa harus bawa dokumen asli? Karena akan di cek keasliannya oleh petugas.

Dateng ke loket pendaftaran, aku diberikan formulir yang harus diisi tentang data diri dan selembar kertas berwarna biru yang berisikan surat pernyataan bahwa dokumen yang kita berikan itu benar adanya. Form biru tersebut nantinya harus disertai materai yang berlaku. Materai biasanya bisa dibeli di koperasi kantor imigrasi setempat.

Setelah formulir terisi, aku kembali ke loket pendaftaran dan mereka memberikan nomor antrian ke loket 3 untuk menaruh dokumen yang telah aku isi tadi.

Dari info yang aku baca di dunia maya, kalo bikin paspor itu hanya 1 hari (diluar menunggu paspor jadi). Ternyata setelah nomor antrianku dipanggil, aku hanya menyerahkan dokumen-dokumen tersebut dan diberikan selembar kertas yang isinya aku harus kembali lagi keesokan harinya ke loket 5.

Selasa, 2 Juli 2013

Hari ini aku langsung menuju loket 5, sesuai instruksi petugas kemarin. Beberapa waktu menunggu, namaku dipanggil dan aku diberikan nomor antrian untuk membayar biaya pembuatan paspor di loket 6. Biayanya hanya Rp 255.000 loh. Setelah membayar di loket 6, aku masih harus menunggu lagi untuk diberikan kwitansi pembayaran.

Setelah mereka memberikan kwitansi, aku lanjut masuk ke ruangan berbeda yang diberi nomor 7 & 8 untuk foto dan wawancara. Menunggu lagi nomorku dipanggil untuk foto. Gak hanya difoto, sidik jari juga diambil. FYI.. gak boleh pake soflens, alhasil mataku berair karena melepas soflens dalam keadaan tangan kotor 😦

Setelah itu..aku masih harus menunggu lagi namaku dipanggil untuk wawancara. Pertanyaannya umum koq, memastikan nama kita, mau kemana, nama ortu, alamat. Intinya sih verifikasi data dan juga tanda tangan di paspor.

Setelah wawancara..aku ketemu sahabat lamaku Ono, uuuppss.. nama sebenarnya Ayu disitu, dia juga lagi ngantri untuk diwawancara. Cerita punya cerita, ternyata dia tuh cuma sehari bikin paspornya, gak bolak-balik 2 kali kaya aku. Koq bisa??? Karena ternyata dia udah pra pendaftaran online terlebih dahulu, jadi ketika datang hanya tinggal menyerahkan dokumen, bayar, foto dan wawancara dihari yang sama.

Berati intinya..kalo gak mau bolak-balik 2 kali, lebih baik daftar online di sini dan baca cara pendaftarannya di sini.

Jumat, 5 Juli 2013

Tiga hari setelahnya, paspor aku udah jadi. Hooorraaayyy \(*.*)/

Untuk pengambilannya, aku harus menunjukan bukti pembayaran di loket pengambilan paspor. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari paspor dengan namaku. Setelah itu aku diminta tanda tangan sebagai tanda paspor telah aku terima.

I got it

I got it