Sehat itu MAHAL

Yah..sehat itu mahal, sungguh..sungguh.. M A H A L !!! Jadi begini ceritanya …

5 Des 2013

Tengah malam, aku terbangun untuk buang air kecil. Ketika mencoba mengangkat tubuh, aku merasakan sakit yang tak terkira di perut bagian bawah sebelah kanan. Aku pikir itu hanya masuk angin, sehingga tengah malam itu juga aku meminta Ibuku untuk membantu mengerok (cara tradisional).

Tapi semua itu tidak membantu menghilangkan rasa sakitnya, sehingga sebisa mungkin aku mencoba untuk memejamkan mata kembali menunggu esok hari untuk diperiksakan ke klinik terdekat.

Klinik Medical Semper, tempat yang aku datangi, karena paling dekat dari rumah. Aku mengatakan keluhanku kepada Dokter, tapi Dokter tidak memberikanku obat, malah memberi surat rujukan agar aku pergi ke rumah sakit yang lebih besar, untuk pemeriksaan lebih lanjut, dengan alasan alat di klinik tersebut tidak lengkap. Dengan sedikit memberi bocoran mungkin aku terkena usus buntu.

Aku langsung menuju RS. Satya Negara Sunter. Alasan aku memilih RS tersebut karena masuk dalam daftar Asuransi Kesehatan yang aku gunakan, dan juga bukan RS Umum Daerah. Yah..sudah menjadi rahasia umum jika pelayanan di RS Umum Daerah tidak memuaskan.

Aku menjalani segenap pemeriksaan, seperti cek darah, cek urine, ronsen & USG. Melelahkan untuk ukuran pasien yang sedang sakit menjalani pemeriksaan tersebut yang menghabiskan waktu, namun dokter belum memutuskan apa penyakitku karena menunggu hasil pemeriksaan. Dokter hanya memberikan segenap resep obat yang harus diminum, sampai waktunya kembali melihat hasil pemeriksaan.

9 Des 2013

Waktunya kembali untuk melihat hasil pemeriksaan. Sakit yang kurasakan sudah tidak seperti hari pertama, mungkin karena bantuan obat yang diberikan Dokter.

Dokter memeriksaku kembali, memberi tekanan pada perutku yang sakit, memintaku untuk mengangkat sebelah kakiku. Yah..masih terasa sedikit sakit. Dokter menyarankan untuk melakukan tindakan Operasi, untuk mengangkat usus buntu yang aku derita.

Aku meminta waktu untuk memikirkan dan berdiskusi dengan keluarga. Dokter bilang jangan terlalu lama, karena akan berbahaya kalau usus buntu tersebut sampai pecah 😐

Akhirnya… aku memutuskan untuk melakukan Operasi, dan Dokter menjadwalkan Jumat, 13 Desember 2013 akan dilakukan tindakan & menyuruhku puasa sejak pagi karena operasi akan dilakukan siang hari.

Jumat, 13 Des 2013

Tiba hari untuk melakukan operasi, jam 7 pagi pihak RS menelponku, memberitahukan bahwa aku belum mendapatkan kamar hari itu, hingga operasi ditunda sampai tersedia kamar/bangsal kosong.

Aku masih bersyukur karena operasiku adalah operasi kecil, aku membayangkan bagaimana jika operasi itu benar-benar penting, sedangkan pihak RS menunda hanya karena si pasien belum mendapatkan kamar. Apakah nyawa seorang manusia tidak begitu penting?

Sabtu, 14 Des 2013

Siang hari ketika aku selesai memasak, pihak RS menelponku dan mengatakan kalau aku mendapat kamar. Aku harus datang ke sana sesegera mungkin, karena operasi akan dilakukan jam 5 sore.

Aku sesungguhnya tidak siap, karena ini pemberitahuan yang sangat tiba-tiba. Detik itu juga aku berhenti untuk makan & minum, puasa dan mempersiapkan keperluan untuk pergi ke RS.

Waktuku sangat terjepit dengan jadwal operasi ketika sampai di sana, persiapanan yang sangat terburu-buru.

Suster membantuku memakai pakaian khusus operasi, memasang infus, memberikan suntikan untuk mengecek alergi, lalu membawaku ke ruang tunggu operasi. Di sana ada satu pasien yang telah lebih dulu menunggu, tapi aku mendengar bahwa dia belum mendapatkan jaminan dana untuk operasi, sehingga harus menunggu sampai ada uang penjamin 😦

Masuk ke dalam ruang operasi, Dokter membiusku tepat ditengah tulang rusuk punggungku, tubuhku mulai mati rasa, kantukpun menyerang. Tidak mengingat apa yang terjadi disana, hanya terdengar suara samar-samar orang berbicara.

2 jam operasi berlalu, aku dipindahkan ke ruang perawatan. Masih belum bisa merasakan apa-apa, bahkan kakiku sendiri rasanya seperti tidak ada. Bukan dingin yang aku rasakan, tapi menggigilpun menyerang. Mungkin efek obat bius.

Aku setelah operasi

Aku setelah operasi

Apakah kalian pernah memakai pempers atau popok atau pispot?

Yah..aku memakainya setelah operasi, tapi tetap saja aku tidak bisa buang air kecil dengan alat itu. Sehingga aku berusaha sekuat tenanga untuk bangun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Sedangkan rasa sakit di perut pasca operasi sangatlah tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Dia yang membuatku rindu ketika di RS

Dia yang membuatku rindu ketika di RS

Aku dapat oleh-oleh untuk dibawa pulang & menjadi kenangan seumur hidupku, bahwa sehat sungguh berharga!!

Usus buntuku

Usus buntuku

Biaya - siapa tau bisa jadi referensi untuk kalian

Biaya – siapa tau bisa jadi referensi untuk kalian

Ternyata Usus Buntu itu bukan disebabkan oleh biji cabe dan semacamnya seperti mitos yang selama ini beredar. Usus buntu disebabkan karena penyempitan usus, gejala awal tanda-tanda usus buntu adalah sembelit atau susah buang air besar. Penyebabnya adalah kebiasaan dari diri sendiri yang sering menahan buang air, baik kecil maupun besar. Jadi mulai sekarang buanglah sampah pada tempatnya dan tepat pada waktunya!! 😉 (Sumber : Dokter yang merawatku selama sakit)

Semoga kita bisa selalu sehat #amin